“Ayah Menyayangi Tanpa Akhir”
- Sutradara
: Hanny Saputra
- Tahun : 2015
- Genre
: Drama
- Durasi
: 88 menit
Nauval
Azhar sebagai Mada
Niniek L
Karim sebagai Ibu Juna
Amanda
Rowles sebagai Diva
Ade Firman Hakim sebagai Dean
Karlina
Inawati sebagai Mbok Jum
Dwi A. P
sebagai Ayah Diva
- Penulis : Salman Aristo, Ifan Ismail, Hanny Saputra
-
Produser :
Hanny Saputra, Manoj Punjabi
-
MPAA
Rating : Semua Umur
Sinopsis:
Film ini menceritakan tentang Arjuna atau Juna (Fedi Nuril), seorang
pria dari keturunan ningrat yang jatuh cinta kepada gadis Jepang yang bernama
Keisha (Kelly Tandiono). Ia harus berjuang keras untuk mendapat restu dari orangtuanya,
tetapi orang tuanya tidak menyetujui karena Keisha dari Jepang, yg pada saat
zaman penjajahan keluarga Juna sangat sengsara dan menjadi miskin karena
dijajah Jepang. Tetapi, kekuatan cinta Juna mampu menerobos benteng perbedaan,
hingga akhirnya mereka resmi menjadi pasangan suami istri.
![]() |
Poster Film " Ayah menyayangi Tanpa Akhir " |
Juna sangat bahagia saat Keisha mengandung seorang anak laki laki.
Namun, pada saat Keisha melahirkan anaknya ia tidak dapat diselamatkan. Juna
harus berjuang kembali mengurus anaknya yang bernama Mada (Naufal Azhar) sendirian,
ia berusaha mencari pengasuh tetapi tidak ada yang cocok. Setelah itu ia
berusaha meminta Mbok Jum (Karlina Inawati) yaitu seorang pembantu dirumah
keluarganya yang sudah pensiun untuk menolongnya merawat anaknya.
Setiap ayahnya menjemput Mada pulang sekolah, ia selalu melihat Mada
bersama seorang gadis yang bernama Diva (Amanda Rawles). Ayahnya merasa bahwa
Mada sudah besar dan sudah jatuh cinta kepada Diva. Mada selalu ingin tahu
latar belakang keluarga mereka, terutama tentang ibunya. Ayahnya selalu
menyimpan barang barang milik ibunya. Pada saat Mada sedang melihat foto foto
ibunya di laptop miliknya, tiba tiba kepalanya terasa sangat sakit dan ia tidak
memberitahu ayahnya.
Mada sangat menyukai go-kart, dan ayahnya dengan senang hati
memperbolehkannya mempelajari itu walaupun bagi ayahnya itu permainan yang
sangat membahayakan. Pada suatu hari, Mada mengikuti balapan go-kart ditemani
dengan ayahnya dan teman ayahnya yang bernama Dean (Ade Firman Hakim). Saat Mada
hampir mencapai garis finish kepala Mada kembali sakit dan untuk saat itu Mada
tidak dapat menahannya. Ayahnya dan Dean sangat panik dan membawanya ke rumah
sakit. Mada di vonis positif menderita kanker otak, dan disarankan harus operasi
membuka tengkorak dan setelah itu dilanjut dengan kemoteraphy. Namun, karena
Juna seorang apoteker ia tahu bahwa itu dapat beresiko sangat fatal, tetapi
Dean seorang dokter yang lebih tahu daripada Juna. Dean berusaha meyakinkan
Juna bahwa hanya itu jalan terbaik untuk kesembuhan Mada tetapi Juna merasa
bahwa ia masih bisa menyembuhkannya dengan obat tradisional.
![]() |
Juna bekerja keras menemukan obat yang dapat menyembuhkan Mada dari
kanker otaknya, tetapi tumor yang ada di otaknya sangat cepat merambat. Mada
muntah muntah hingga tidak dapat melihat dengan jernih. Dibawanya lah Mada
kerumah sakit, akhirnya dengan berat hati dan tidak mau kehilangan orang yang
ia sayangi lagi, ayahnya menyetujui untuk dioperasi dan dilanjut dengan
kemoteraphy. Ayahnya selalu membantu dan memberi semangat agar Mada cepat
sembuh. Lalu tiba tiba saja Mada ingin ke Jepang, karena menurutnya hidup dia
tidak lama lagi dan ia ingin mengetahui sosok ibunya. Ayahnya tidak ingin Mada
tahu latar belakang ayah dan ibunya, karena keluarga keduanya tidak merestui
hubungan mereka berdua walaupun mereka sudah memiliki seorang anak. Akhirnya,
ayahnya beralasan bahwa pergi ke Jepang membutuhkan banyak uang, dan Mada ingin
ke Solo bertemu keluarga ayahnya. Sesampainya di Solo Juna mengundang ibu dan
abangnya untuk menemui anaknya di hotel, tetapi saat abangnya dipertemukan oleh
anaknya, ia seakan seperti tidak menerima dan terjadilah perdebatan.
Disuatu malam, Mada sedang memandangi foto ibunya dan ayahnya masuk
kekamarnya untuk memastikan ia sudah tidur atau belum, sebelum ayahnya masuk
kekamarnya Mada mengirim pesan kepada Diva yaitu “sayonara Diva” yang artinya
selamat tinggal dan tidak kembali lagi, saat ayahnya sedang berbicara dengannya
di kamar tiba tiba kepala Mada kembali sakit dan Mada tidak dapat tertolong
lagi, dibuatlah pemakaman untuknya disamping makam ibunya. Disaat pemakaman
Mada, keluarga ayahnya datang dan akhirnya memaafkannya.
·
Kelebihan:
Cerita yang dimainkan mampu membuat penonton terharu bahkan menangis,
karena sosok ayah sangat menyayangi anaknya dan istrinya yang sudah tiada.
Alurnya oun tidak membingungkan walaupun alurnya campuran, seperti saat anaknya
menceritakan awal menikah ayah dan ibunya sampai ia lahir dan tumbuh besar.
Semua pemain juga sangat menjiwai perannya hal itu mampu membantu film terlihat
nyata. Film tersebut juga menanamkan sikap moral yang baik, dan mendonrong
orang yang menontonnya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, seperti
diajarkannya Mada untuk tidak bersikap egois. Disitu juga diperlihatkan bahwa
tanggung jawab seorang ayah sangat besar apalagi ditambah tidak ada sosok ibu
di sampingnya.
· Kekurangan:
Diawal
pembukaan sudah diberikan suasana kesediahan yaitu tidak diterimanya Keisha
untuk menjadi istri Juna oleh ibunya dan begitu juga sebaliknya. Suasana
bahagia hanya ditampilkan sedikit seperti, menikahnya Juna dengan Keisha walau
tidak sepertujuan orang tua mereka, lalu mengandung seorang anak laki-laki.
Kehadiran sosok ibu juga hanya sebentar dimainkan dan tidak banyak berbicara
atau melakukan hal bersama sosok ayah. Kesesuaian properti juga tidak terlalu
di perhatikan seperti, handphone yang dipakai oleh Mada lebih canggih daripada
yang dipakai o
Best online casinos for happyluke
BalasHapusin online casino casinos for happyluke happyluke, we ラッキーニッキー only recommend reputable カジノ シークレット casinos such as We've had lots of fun with live dealer casino games on a